TINJAUAN  

Cari :

Pekan ASI Sedunia 2018: Peran Bidan Sangat Strategis


Kamis, 30/08/2018 WIB

Jakarta. 30 Agustus 2018 - Salah satu profesi atau tenaga kesehatan yang berperan penting di Indonesia adalah Bidan yang memegang peran utama dalam upaya kesehatan ibu dan anak. Selain membantu proses kelahiran, bidan juga membantu mengontrol perkembangan kesehatan ibu hamil mulai dari awal mengandung hingga pasca kelahiran.

 

Selain itu peran Bidan untuk menyampaikan manfaat Air Susu Ibu (ASI) menjadi sangat strategis karena Bidanlah yang banyak berhubungan langsung dengan ibu pasca melahirkan. Maka bidan menjadi salah satu poros pemberi edukasi kepada calon hingga menjadi ibu untuk bayinya, dari mulai pola makan.


Selaras dengan hal tersebut Dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat, KEMENKES RI mengungkapkan bahwa, “Peran Bidan menunjukan juga kita harus paham pemberian makan pada bayi dan anak , jadi bukan hanya tugas gizi” pungkasnya. Karena dalam beberapa waktu terakhir banyak bayi maupun anak-anak terkena diabetes karena pemberian makan pada anak.


“Mengenai isu susu kental manis ini penting sekali kita pahami, mendorong obesitas karena kadar gula” ungkapnya.


Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pusat Dr. Emi Nurjasmi M.Kes, dalam acara Forum Bidan, Kamis, 30 Agustus 2018 di Jakarta menjelaskan Bidan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis sebagai “ujung tombak” dalam memajukan dan meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil, bayi, dan anak-anak berumur di bawah lima tahun (Balita) terutama dalam mendukung peran ibu untuk memprioritaskan ASI kepada anaknya.

 

“ASI sangat penting bagi tumbuh kembang anak, ASI sebisa mungkin diberikan kepada yang baru di lahirkan” jelas Emi.

 

Ditambahkan pemberian ASI dan nutrisi di 1000 HPK (270 hari selama kehamilan dan 730 hari/dua tahun pertama kehidupan seorang anak), nutrisi yang diterima oleh bayi saat dalam kandungan dan menerima ASI memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat usia dewasa.

 

Sementara itu Dr. Eni Gustina, MPH, selaku Direktur Kesehatan Keluarga, Direktorat Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI mengungkapkan banyak masalah yang dapat menghambat pelaksanaa Inisiasi Menyusui Dini (IMD) diantaranya kurangnya kepedulian terhadap pentingnya Inisiasi Menyusu Dini, Kurangnya konseling oleh tenaga kesehatan dan kurangnya praktek Inisiasi Menyusu Dini.

 

“Masih kuatnya kepercayaan keluarga bahwa ibu memerlukan istirahat yang cukup setelah melahirkan dan menyusui sulit dilakukan serta kepercayaan masyarakat yang tidak mengijinkan ibu untuk menyusui dini sebelum payudaranya dibersihkan,” jelas Eni.

 

Eni berharap hambatan-hambatan ini dapat di hilangkan dengan adanya peran Bidan dari tingkat pusat hingga pelosok untuk menyampaikan informasi yang tepat terkait penggunaan ASI.

 

Diuraikannya saat bayi mulai menunjukkan usaha untuk menyusu, ia akan mulai menjilati kulit ibunya.  Bakteri baik yang ada di kulit ibu masuk ke tubuh, berkembang biak membentuk koloni di usus bayi, menyaingi bakteri jahat dari lingkungan.  Saat bayi berhasil meneguk kolostrum sama saja
dengan ia menelan ribuan sel pertahanan tubuh yang ada dalam kolostrum.  Kolostrum adalah imunisasi pertama bagi bayi.

 

Sementara itu Ketua Harian Yayasan Abhipraya Cendikia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat dalam sambutannya menyinggung adanya temua YAICI di lapangan, khususnya di pedesaan ibu yang memiliki kendala dengan ASInya dan kendala dalam memberikan ASInya, memberikan susu kental manis (SKM) untuk bayi, hanya karena termakan oleh iklan yang menyesatkan dan harganya yang relatif murah dibanding susu lainnya.


“Iklan SKM yang ada media menggambarkan sebagai minuman susu bernutrisi untuk anak. Hal ini telah membentuk persepsi yang salah kepada ibu. Ibu-ibu menganggap bahwa SKM bisa diberikan kepada anaknya yang masih balita,” jelas Arif.

 

UNDUH MATERI SEMINAR:

 

 

ARTIKEL SELENGKAPNYA

[Lowongan] Posisi Monitoring dan Evaluasi PKBI



Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) membuka lowongan sebagai Monitoring dan Evaluasi
Baca selengkapnya...
Rabu, 15/11/2017 WIB

KBRI Praha



Duta Besar RI Praha Emeria WA Siregar menerima Delegasi Ikatan Bidan Indonesia di KBRI Praha, 4 Juni 2014
Baca selengkapnya...
Jumat, 06/06/2014 WIB

PRESS RELEASE : BIDAN BERDUKA

Ikatan Bidan Indonesia berduka atas meninggalnya bidan Anik dan bidan Dwi Endah
Baca selengkapnya...
Selasa, 01/12/2015 WIB