TINJAUAN  

Cari :

Belajar Cegah Kanker dari Julia Perez


Senin, 08/05/2017 WIB

belajar cegah ca cx re

 

 

Seorang ibu muda yang sedang menggendong bayi terlihat dalam antrian pemeriksaan kanker serviks.  Sejak pukul 08.00 pagi, 4 Mei 2017, Kantor Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sudah mulai riuh rendah terdengar suara tangisan bayi dan anak-anak yang sedang mendapatkan pelayan gratis  mulai dari pengobatan  umum, pelayanan KB, imunisasi, posyandu, dan pemeriksaan dini kanker serviks.

 

Ibu muda itu bernama Dian Sri Khodijah (23 tahun), menggendong bayi pertamanya, M. Athaya, tampak percaya diri di antara lebih dari  30 ibu yang antri untuk diperiksa leher rahimnya pagi itu. Dian tergolong paling muda diantara ibu-ibu yang lain, yang berusia antara 30 – 50 an tahun. Dian sebenarnya asli Garut, dan semenjak menikah  tinggal diKkelurahan Johar Baru. Dian datang beserta saudaranya, Ika (25 tahun)  yang juga sudah punya anak berusia 1 tahun, bernama M. Razka. Keduanya antri untuk periksa kanker serviks.

 

“Saya datang karena ingin mendapatkan pengetahuan baru tentang kanker serviks. Setelah melihat berita tentang Julia Perez, saya harus belajar waspada. Kan kata Jupe, dia dapat penyakit kanker serviks dari suaminya,”  kata Dian sedikit cemas.

 

Pengetahuan tentang kanker serviks memang belum diketahui oleh banyak orang, terutama kaum ibu.  “Pemeriksaan kanker serviks sebenarnya merupakan deteksi dini lesi (luka lecet) pra kanker. Metode yang digunakan adalah dengan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Bahan ini sebenarnya banyak ditemukan di pasaran dengan nama asam cuka dapur dengan konsentrasi 25 persen. Untuk pemeriksaan serviks, atau leher Rahim, asam cuka itu harus dicampur air hingga menjadi 3 atau 5 persen saja,” kata Bidan Ulin Sabria (32 tahun), sambil menunggu pasien yang masih antri untuk diperiksa dalam rangka baksos. Kegiatan baksos hari ini dilakukan untuk memperingati Hari Bidan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Mei, sekaligus ulang tahun IBI yang ke 66.

 

“Pemeriksaan deteksi dini kanker serviks cukup sederhana, yaitu denghan menggunakan kapas yang dicelupkan  ke dalam larutan asam asetat dan dioleskan ke dalam leher rahim. Petugas harus melakukan observasi selama satu menit, untuk melihat apakah ada perubahan. Jika dalam waktu satu menit leher rahim berubah terlihat bercak putih, maka itu artinya positif. Sebaliknya, jika tidak terlihat, otomatis negatif.

 

Bidan Ulin Sabrina (32 tahun) lebih lanjut menjelaskan bahwa syarat pasien  untuk dapat diperiksa antara lain sudah menikah, tidak sedang hamil, wanita usia subur,  dan tidak sedang menstruasi.  Untuk wanita usia lanjut disarankan melakukan pap smear, buka deteksi dini kanker serviks.

 

“Saya menyarankan untuk semua wanita sexual active, diharapkan melakukan deteksi dini. Lebih baik mencegah daripada megobati.” Pungkas Bidan Ulin.

 

Deteksi dini yang sangat sederhana ini sangat penting. Namun demikian, masih banyak ibu-ibu yang mengabaikan hal ini. Berita tentang Julia Perez yang menderita penyakit kanker serviks hingga stadium 4 cukup mengguncang masyarakat. Kini, masyarakat belajar banyak untuk pencegahan kanker dari Julia Perez. Dian, salah satunya,  “Saya dapat info tentang kanker serviks dari televise dan sosial media. Tapi infornasi itu belum cukup. Maka saya datang periksa ke sini. Saya tidak malu untuk periksa, kan ini penting untuk kesehatan saya sendiri. Mungkin saya akan sedikit malu kalau yang periksa saya dokternya laki-laki. Kalau yang periksa bidan, tidak perlu malu,” imbuh Dian.

 

Bidan Ulin membenarkan bahwa masih banyak ibu-ibu yang merasa malu untuk diperiksa petugas kesehatan. Untuk itu, IBI terus menyosialisasikan pentingnya deteksi dini kanker serviks kepada para ibu.

 

Dian meresa lega dan gembira ketika deteksi dini kanker serviks hasilnya negatif. “Saya kalau tahu begini, akan mengajak ibu-ibu yang lain untuk periksa, apalagi kalau sedang ada baksos seperti ini,” pungkas Dian dengan wajah sumringah.

ARTIKEL SELENGKAPNYA

Panduan Persiapan Peserta Uji Kompetensi Nasional - Program Studi DIII Kebidanan

Buku Panduan Persiapan Peserta Uji Kompetensi Nasional bagi Program Studi Diploma III Kebidanan ini disusun oleh Tim Pengembang Modul DIII Kebidanan Kemenristekdikti
Baca selengkapnya...
Selasa, 05/03/2019 WIB

IAAHEH Annual Meeting 2016



Tema: “Peran LAM-PTKes dalam Peningkatan Mutu Berkelanjutan Program Studi Kesehatan melalui Akreditasi di Masa Mendatang”
Baca selengkapnya...
Kamis, 27/10/2016 WIB

Pemberitahuan Pembayaran STR melalui Aplikasi Simponi

Sehubungan dengan adanya penyempurnaan aplikasi registrasi STR Online MTKI dan dilakukannya maintenance server Simponi oleh Kemenkeu, maka dengan ini diinformasikan mengenai pembayaran pengajuan STR secaraonline dengan menggunakan aplikasi Simponi diberlakukan mulai tanggal 15 Juni 2017.
Baca selengkapnya...
Rabu, 07/06/2017 WIB