TINJAUAN  

Cari :

Larangan merokok di dekat ibu dan anak


Selasa, 09/04/2013 WIB

"Second Hand Smoke" santer diberitakan bahwa berada didekat seseorang yang sedang merokok jauh lebih berbahaya daripada si perokok sendiri. Sekalipun tidak merokok, paparan asap rokok dari orang lain terhadap ibu menyusui atau bayinya tetap bisa merusak kesehatan.

 

Hanya melarang ibu-ibu hamil dan ibu menyusui untuk tidak merokok saja tidak cukup, tetapi juga harus menghindarkan ibu terpapar rokok dari orang disekitarnya seperti suami atau keluarga. Seseorang yang merokok, berarti dia hanya menghisap asap rokoknya sekitar 15% saja, sementara 85% lainnya dilepaskan untuk diisap para perokok pasif.

WHO memperkirakan hampir 700 juta anak atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia termasuk bayi yang masih menyusu ibunya terpaksa menghisap udara yang terpolusi oleh asap rokok. Fokusnya hal itu terjadi di dalam rumah sendiri.

Nikotin yang ada dalam rokok terhisap dengan cepat dari saluran pernapasan ke aliran darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI dengan cara difusi. Jika ada orang lain yang merokok didekat bayi, maka selain nikotein terserap dari ibu yang terpapar asap rokok juga langsung melalui pernapasan bayi. Nikotin dapat merubah rasa ASI yang membahayakan bayi, akan rewel dan menolak menyusu ibunya.

Asap rokok akan menyebabkan antara lain: muntah, diare, denyut jantung meningkat dan lain-lain pada bayi.

Penelitian membuktikan :
  • Asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI, yang mengakibatkan pertumbuhan bayi tidak optimal.
  • Asap rokok mengandung sekitar 3000-an bahkan kimia beracun, 43 diantaranya jelas-jelas mengandung karsinogen. Oleh karena itu asap rokok pada perokok pasif, tiga kali lebih buruk dari debu batu bara.

Oleh harena itu, jangan ambil risiko!

"Hindarkan ibu dan anak dari asap rokok dimanapun berada"

Jakarta, 31 Mei 2012.(oleh Harni Koesno/PPIBI)
ARTIKEL SELENGKAPNYA

Jurnal Ilmiah Bidan Terakreditasi Dikti

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/E/KPT/2018 TENTANG PERINGKAT AKREDITASI JURNAL ILMIAH PERIODE I TAHUN 2018.
Baca selengkapnya...
Rabu, 18/07/2018 WIB

Registrasi Kongres ICM Ke-32 di Bali 21-25 Juni 2020



Masih ada Diskon $100 untuk Biaya Registrasi Kongres ICM Ke-32 di Bali Tahun 2020
Baca selengkapnya...
Kamis, 21/02/2019 WIB

Panduan Persiapan Peserta Uji Kompetensi Nasional - Program Studi DIII Kebidanan

Buku Panduan Persiapan Peserta Uji Kompetensi Nasional bagi Program Studi Diploma III Kebidanan ini disusun oleh Tim Pengembang Modul DIII Kebidanan Kemenristekdikti
Baca selengkapnya...
Selasa, 05/03/2019 WIB