TINJAUAN  

Cari :

KEANGGOTAAN


Kamis, 27/10/2016 WIB

A. Keanggotaan IBI

  • Keanggotaan Ikatan Bidan Indonesia adalah Bidan yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA ) dan kartu tersebut masih berlaku.
  • Keanggotaan IBI sesuai dengan tempat domisili atau institusi tempat kerja.


B. Syarat Menjadi Anggota

  • Memiliki ijazah bidan/lulus bidan
  • Mengisi Formulir Pendaftaran dengan melampirkan:

        1. Foto Copy Ijazah Bidan
        2. Foto Copy Sertifikat Kompetensi (bagi lulusan Bidan setelah 1 Agustus 2013)
        3. Foto Copy KTP
        4. Pas Foto 4x6 sebanyak 2 (dua) buah

 C. Tata Cara Penerimaan Anggota

  • Pendaftaran dilakukan di Kantor Pengurus Ranting/Cabang sesuai domisili atau institusi tempat kerja
  • Formulir Pendaftaran dapat diperoleh di Pengurus Cabang/Ranting atau download formulir
  • Formulir yang sudah diisi diteliti kebenarannya, diputuskan dalam rapta pengurus Ranting/Cabang
  • Calon anggota yang memenuhi persyaratan diusulkan oleh Pengurus Ranting/Cabang untuk deregister oleh Pengurus Pusat dan diterbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang berlaku selama 5 (lima) tahun

D. Tata Cara Perpanjangan KTA

  • Tiga bulan sebelum habis masa berlakunya mengajukan perpanjangan
  • Mengisi Formulir Pendaftaran Perpanjangan
  • Melampirkan foto copy KTA yang akan habis masa berlakunya

E. Hak Anggota

  • Anggota berhak untuk mendapatkan pengayoman dari organisasi secara berjenjang
  • Anggota berhak menghadiri rapat dan mengajukan usul, baik tertulis maupun lisan.
  • Anggota aktif berhak memilih dan dipilih.
  • Anggota berhak memiliki (dengan ketentuan berlaku):
  1. Kartu Tanda Anggota IBI (KTA) yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat dan di tanda tangani   Ketua Umum IBI.
  2. Lencana Ikatan Bidan Indonesia.
  3. Buku Anggaran Dasar - Anggaran Rumah Tangga.
  4. Seragam IBI: Nasional dan kerja.

 

 F. Kewajiban Anggota

  • Tunduk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.
  • Memahami, menghayati dan mengamalkan kode etik bidan.
  • Membayar uang pangkal bagi anggota baru
  • Membayar iuran secara teratur.
  • Menjaga IBI tetap sebagai organisasi profesi yang tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.


 G. Sanksi Anggota

  • Sanksi dijatuhkan kepada anggota yang:
  1. Sengaja mencemarkan nama baik organisasi.
  2. Menggunakan nama organisasi untuk kepentingan pribadi.
  • Jenis Sanksi
  1. Teguran lisan 1 - 3 kali.
  2. Teguran tertulis 1 - 3 kali.
  3. Dikeluarkan dari anggota setelah dikonsultasikan dan diputuskan oleh Pengurus secara berjenjang oleh Pengurus Cabang, Pengurus Daerah, dan Pengurus Pusat.


 H. Berhenti dari Keanggotaan

  • Mengundurkan diri atas kemauan sendiri.
  • Meninggal dunia.
  • Diberhentikan karena sesuatu hal yang merugikan IBI.


 I. Uang Pangkal dan Iuran Anggota

    Uang pangkal dan iuran anggota ditentukan sebagai berikut :

  1. Uang pangkal sebesar Rp 25.000 (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) tiap anggota yang dibayarkan satu kali saat pendaftaran
  2. Iuran bulanan anggota sebesar Rp.10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah) tiap anggota per bulan.
  3. Iuran dibayar di Ranting/Cabang dimana bidan terdaftar sebagai anggota
  4. Penggunaan uang pangkal dan iuran anggota cabang yang diatur dalam AD/ART Ikatan Bidan Indonesia, sebagai berikut:

        - 10% untuk Pengurus Pusat
        - 15% untuk Pengurus Daerah
        - 75% untuk Pengurus Cabang (yang tidak mempunyai ranting)
  5. Penggunaan uang pangkal dan iuran anggota ranting diatur dalam AD/ART Ikatan Bidan Indonesia, sebagai berikut:

        - 10% untuk Pengurus Pusat
        - 15% untuk Pengurus Daerah
        - 25% untuk Pengurus Cabang
        - 50% untuk Pengurus Ranting
ARTIKEL SELENGKAPNYA

Definisi

Bidan adalah tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memfasilitasi persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi.
Baca selengkapnya...
Jumat, 01/01/2016 WIB
Kamis, 01/01/2015 WIB

Sejarah Singkat Ikatan Bidan Indonesia

Dalam sejarah Bidan Indonesia menyebutkan bahwa tanggal 24 Juni 1951 dipandang sebagai hari jadi IBI. Pengukuhan hari lahirnya IBI tersebut didasarkan atas hasil konferensi bidan pertama yang diselenggarakan di Jakarta 24 Juni 1951, yang merupakan prakarsa bidan-bidan senior yang berdomisili di Jakarta.
Baca selengkapnya...
Senin, 06/02/2017 WIB